YOU ARE MY FIRST (FANFICT) Part 3

Author : Naka Aya

Cast :

Kris as Him Self

You as Sae Ri

Luhan as Him Self

Tao as Him Self

Nana

====================================================

Mimpi, mimpi. Ini hanya mimpi kan? Aku tahu kalau ini hanya mimpi dan aku akan segera mengakhirinya.”

“Sampai kapan kau akan tidur?” Suara itu terdengar tidak begitu asing bagi Sae Ri, walaupun matanya yang kini tertutup tidak bisa memastikannya, tapi Sae Ri yakin itu suara sang ice prince, Kris.

“Ah rupanya aku masih bermimpi. Aku harus bangun sekarang juga”

“Kau tau, kakiku sangat pegal sekarang.” Kris.

apa-apaan dia, bahkan dalam mimpi pun dia sangat menyebalkan”

“Kau benar-benar tidak akan bangun?” Kris menggerakkan kakinya kasar, mengguncang badan Sae Ri.

Merasakan hal yang begitu nyata, Sae Ri tersadar bahwa dia tidak sedang bermimpi. Perlahan, dengan ragu (dan masih berharap itu mimpi) Sae Ri membuka kelopak matanya dan mendapati wajah Kris yang tampan tepat diarah pandangannya. Pupil mata Sae Ri membesar.

“Kau membuat kakiku kram” Kris lagi-lagi menatap tajam tepat dimata Sae Ri.

Sontak Sae Ri bangun dan mengambil posisi duduk dengan kaku.

“Apa kau tidak tidur semalam?” Tanya Kris dingin.

“A a apa?”

“Kau benar-benar pingsan ya?”

“Ha?” Kali ini Sae Ri memberanikan diri menatap Kris.

Kris diam tanpa melepaskan pandangan dari Sae Ri. Saat itu Sae Ri mulai mengingat kejadian sebelumnya, dimana bagian yang paling diingatnya adalah kejadian-kejadian yang membuatnya bingung sampai otaknya seperti protres meminta istirahat sejenak dan Sae Ri tidak mengingat apa-apa lagi (karena setelahnya dia pingsan).

“Jadi, aku pingsan?” Sae Ri mencari jawaban dari Kris.

“Apa kau tidak pernah dipeluk sebelumnya?”

“eh?”

“Kau pingsan setelah aku memelukmu.”

“m m m MWORAGO?” Sae Ri berdiri karena kesal kali ini.

“ah berisik” gumam Kris yang kemudian berdiri juga. Dia meregangkan otot-ototnya.

Kris melihat jam tangannya, kemudian berdecak. “Lain kali nyalakan alarm sebelum kau pingsan” Kris-pun berjalan meninggalkan Sae Ri yang masih kesal dan juga kebingungan.

“Apa maksudnya? Memangnya siapa yang membuat aku pingsan seperti ini? Siapa namanya tadi? Kris? Namja yang aneh. Apanya yang Ice Prince? Mereka semua bodoh!! Babo! Kris Babo!!” Sae Ri memaki dengan suara yang keras.

Kini disekitar Sae Ri hanya ada kesunyian. Dia bolos jam pelajaran untuk pertama kalinya. Sae Ri melihat jam di handphone-nya. Matanya membelalak.

“Mwo? Jam empat sore?” Sae Ri kehilangan tenaganya. Sekolah sudah bubar satu jam yang lalu dan dia menghabiskan waktu dengan percuma disini. Sae Ri menatap kebawah. Lapangan pun sepi dan setengah jam lagi gerbang sekolah ditutup. Dia bergegas menuju kelasnya, mengambil tasnya dan berlari keluar.

Sae Ri berjalan lunglai meninggalkan gerbang sekolah. Manatap langit yang masih biru walau mulai pudar. Dia tak habis pikir dengan kejadian yang dialaminya dalam jangka satu minggu saja semenjak dirinya masuk Dream Art School.

“Menyebalkaaaaaaannn” Sae Ri berteriak ditengah kesunyian.

Suara raungan motor menghentikan teriakan Sae Ri. Muka Sae Ri memerah. Si pengendara motor membuka helmnya, Kris.

“Kau sangat berisik” ujar Kris seraya melemparkan helm berwarna biru tua kepada Sae Ri, spontan Sae Ri menangkapnya.

“apa ini?” Tanya Sae Ri bingung (lagi).

“Helm. Kau pikir apa?” Kris ketus.

“Cepat pakai dan naiklah” lanjutnya.

Motor Kris melaju kencang meninggalkan area sekolah. Sae Ri berpegangan pada jaket yang dikenakan Kris. Dia tidak mengerti kenapa dia mengikuti Kris begitu saja. Karena Kris mengatakan akan mengantarnya pulang? Tentu saja tidak, Sae Ri bisa menolak ajakan Kris. Tapi dia malah mengikuti kata-kata Kris. Lantas kenapa? Terlalu membingungkan untuk dicerna.

Dibalik helmnya, Kris tersenyum. Dan sengaja menaikkan kecepatan laju motornya. Membuat Sae Ri kini memeluk erat punggung Kris. “Napeun nom” maki Sae Ri.

Gambar

Ini terlalu romantis dan kebetulan bukan?

Sang ice prince yang terkenal dengan sikap dinginnya pada perempuan, kini malah mendekati Sae Ri yang bukan siapa-siapa dan hanya orang biasa. Membuat semua siswa perempuan di sekolah iri melihatnya, dan tak sedikit dari mereka malah membenci Sae Ri yang polos. Saat Sae Ri mencoba menjauh, Kris selalu muncul disaat yang sama, membuat Sae Ri ingin berlari sejauh mungkin. Tekanan demi tekanan dia dapati. Sampai-sampai berat badannya turun beberapa kilo dalam waktu satu bulan.

Hari ini Sae Ri bertekad untuk menanyakan alasan Kris perhatian kepadanya. Jam istirahat. Sae Ri menuju atap gedung sekolah.

“Kris” untuk pertama kalinya Sae Ri memanggil nama Kris.

Kris membuka sebelah matanya, dan menutupnya kembali. “Hm?”

“Sebenarnya jenis hubungan kita ini apa? Kau bertindak terlalu seenaknya padaku. Kau tau sudah satu bulan aku disekolah ini, tapi tidak ada satu teman pun yang aku punya. Rasanya aku ingin mati saja jika aku tidak ingat ayahku.” Nada suara Sae Ri terdengar sedih.

Kali ini Kris membuka kedua matanya dan berubah posisi menjadi duduk. Sae Ri berdiri dihadapannya dengan mata berkaca.

“Mereka bilang aku bahagia karena orang sepertimu menyukai yeoja seperti aku. Ta-tapi, aku tidak merasakan hal itu. Jujur. AKU TERSIKSA BERSAMAMU!” dengan jelas Sae Ri mengakhiri kalimatnya.

Kris masih dengan raut yang dingin, menatap Sae Ri “Sudah selesai?”

Kali ini Sae Ri balas menatap Kris dengan penuh amarah “Kau hanya mampu mengatakan hal itu?”

“Kau ingin mendengar kata apa dari ku? ‘maafkan aku’ seperti itu? Hhhh, itu terlalu membosankan.”

“m-m-mworago?”

“Kau. Tidak seperti dirimu. Membosankan. Aku pergi.” Kris meninggalkan Sae Ri. Tapi Sae Ri berteriak kencang “KAU TAU APA TENTANG DIRIKU?!”

Kris tidak memperdulikannya dan tetap pergi meninggalkan Sae Ri yang kini mulai meneteskan air mata. “Aku Tau segalanya tentang kau” gumam Kris pada dirinya.

Sae Ri menangis. Dan ternyata diatap itu, dua orang memperhatikan kejadian antara Kris dan Sae Ri tadi. Keduanya terdiam saling menatap. Rupanya itu Tao dan Nana.

“Kris jahat.” Ujar Nana, kemudian mengalihkan pandangannya pada Sae Ri yang masih menangis.

“Yeoja itu yang terlalu naïf. Dia bodoh.” Tao berkomentar.

“aigooo” Taaakkkkkk!! Nana memukul kepala Tao keras namun tak mengeluarkan suara, Tao hampir berteriak jika Nana tidak cepat menutup mulut Tao dengan kedua tangannya.

“Diamlah. Dasar Panda Boy. Kita harus melakukan sesuatu untuk Sae Ri.” Nana beranjak, tapi Tao menahannya, menarik Nana ketempat semula.

“Jangan ikut campur urusan Kris. Biar mereka yang menyelesaikannya.”

“Aku gemas melihat Kris! Kenapa dia tidak langsung saja mengungkapkan kalau Sae Ri adalah cinta pertamanya!” Nana sedikit berteriak.

Sayangnya (atau beruntung?) Sae Ri sudah berdiri dibelakang Nana dan Tao, dan tentu saja Sae Ri mendengar apa yang diucapkan oleh Nana barusan.

“m-m-mwo?” ungkap Sae Ri.

Nana dan Tao berbalik bersamaan, terkejut dengan keberadaan Sae Ri dibelakang mereka.

“S-s-sae Ri ~ah…”

To be continued to part 4

Happy reading?? Please leave some coment. Kamsa~ =D

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai